KISAH
HARU KU
Derita dan
selalu menderita mungkin ini yang selalu aku rasakan, selalu aku berusaha
menghibur diri namun tak pernah berhasil justru aku semakin larut dalam
kesedihanku.
10th
yang lalu.
Aku mempunyai
seorang kekasih, kita begitu dekat, kita begitu akrab, bahkan kedua orang tua
kami pun menyetujui hubungan kami, mungkin karena dia anak yang baik sehingga
orang tuaku menyukainya, lagipula keluarganya dan keluargaku saling kenal,
mungkin itu salah satu faktor kami di restui. Namun apa daya kebahagiaan itu
hilang seketika ketika mas farhan pergi untuk selamanya, iyaa, dia pergi karena
kecelakaan, saat ia ingin berkunjung ke rumah, dia tertabrak oleh bus di belakangannya
motornya yang sangat dia idam-idamkan pun hancur dan remuk, seperti apa yang
aku rasakan, saat aku mendengar kabar itu, aku tak sadarkan diri, aku termenung
di kamar, sendiri dan ingin selalu sendiri, aku menunggu akan mas Farhan datang
untuk mengajakku pergi seperti janji terakhirnya. Sungguh aku tak kuasa untuk
menjalani ini semua.
1bulan
setelah itu aku move on, aku berusaha menjadi diriku yang baru, menjadi sosok
wanita yang ceria, dan tak ingin mengingat akan mas Farhan ,,”mas Farhan mas
Farhan,, terimakasih tlah mencintaiku selama ini, namun maaf mungkin karenamu juga
aku lumpuh dengan cinta yang lain” itu kalimat dalam hati yang ku ucap.
Setelah 2th
aku sendiri dan tak mengenal sosok cinta, tiba-tiba aku di kejutkan oleh pria
yang parasnya seperti mas farhan,aku takjub akan hal itu, aku mulai menyukai
pria itu, namanya Doni, aku sering memanggilnya mas Doni, setelah sempat
pendekatan akhirnya aku dan dia menjalin hubungan, 5bulan bersama mas doni, aku
merasa bahagia dan merasa seperti bersama mas Farhan. “Ya Allah kali ini
bahagiakan aku dengan Mas Doni, jangan kau ambil kebahagiaanku dengan mas doni,
aku ingin dia bersamaku” pintaku pada Tuhan.
TAPI……….
1th bersama Mas Doni aku merasa
aneh, dia tak seperti biasanya, dia sering terlambat bila ada janji denganku,
aku mencoba bersikap biasa, namun hari itu aku tak dapat mengendalikan emosi,
ku coba menghubunginya namun tak ada jawaban, ku kirim pesan tak di balas
olehnya, aku benar-benar marah dengannya, tak ada rasa khawatir untuknya tapi
aku merasa di tipu olehnya. 1jam setelah aku menunggunya di restaurant biasa
kami makan, ada yang datang dan ingin menjemputku untuk bertemu Mas doni
“Dimana Mas Doni?” tanyaku, namun mereka tak menjawab mereka hanya mencoba
membujukku untuk bertemu Mas Doni. “Ya Tuhan jangan jadikan hari ini hari
terakhir untukku dan Mas Doni” harapanku yang takut akan kehilangan mas Doni,
namun apa yang terjadi ternyata mas doni memang pergi seperti mas farhan, dia
tak kan kembali,, “YA TUHAN APAKAH INI KUTUKAN UNTUKKU???????????” aku selalu
berteriak-teriak tanpa henti, saat itu dan setelah itu, aku seperti orang tak
punya daya akal, aku menyendiri di kamar, seperti dulu, aku seperti setengah
hidupku mati, “AKU GAK KUAT!!!!” rasanya aku ingin mati ingin bersama kedua
orang kucintai yang telah pergi. Aku gak kuat Tuhan aku benar-benar tak
sanggup. Di saat aku terpuruk untuk yang k-2 kalinya, teman dan sahabatku
selalu bergantian untuk menghiburku tak luput juga Ari, dia sahabatku sejak aku
masih kecil, dia selalu datang hampir setiap waktu, terkadang dia membawakan
sebungkus makanan kesukaanku, 2bulan aku terpuruk, akhirnya aku memberanikan
diri untuk keluar rumah di temani sahabatku Ari, dia selalu menghiburku
selalu…. Dan selalu.. rasanya dia lah yang kini berharga dalam hidupku, dia
memang tak memiliki kekasih sama sepertiku, namun setiap kali aku bertanya, dia
tak ingin memiliki kekasih yang hanya untuk permainan, di inginkan wanita yang
benar-benar mencintainya.
Ya, begitu Ari sok Dewasa, namun
walaupun begitu dia tak pernah mengeluh, aku sangat menyanyangi ari begitu juga
dia, seperti apa yang ia janjikan setiap valentine dia memberiku kado, seperti
yang dulu dilakukan mas Farhan dan Mas Doni, namun kali ini berbeda, yang ini lebih besar, aku bertanya dalam
hati, “apakah dia punya uang untuk kado sebesar ini?” namun entahlah, mungkin
memang kado special darinya untukku. Namun apa?? Ternyata Ari inginkan aku
menjadi kekasihnya, jujur sebenarnya aku juga menyukainya, namun karena masa itu,
aku tak mau kembali terpuruk. Saat itu aku langsung pergi meninggalkan ari di tempat yang tlah ia siapkan untukku.
Aku pergi dari ari, aku pergi jauh
dari keluargaku, aku pergi ke pulau lain untuk masa-masa burukku di kota
asliku, aku pergi dan pergi merintis karier yang sempat hancur karena masa
cinta itu.
Hingga saat
ini tak kudengar kabar dari ARI, akupun sengaja tak pernah pulang ke kampung
halamanku, bahkan kedua orangtuaku tinggal bersamaku disini, di tempat yang
jauh dari orang-orang yang ku kenal dulu.
“ARI
DIMANAPUN KAMU BERADA, AKU MUNGKIN AKAN TETAP MENCINTAIMU WALAU AKU TAK
INGINKAN KITA SEPERTI SAAT INI”
Itu pesan
dalam hati untuk ARI.
Sekian.
PESAN : HIDUP BAGAIKAN SELEMBAR DAUN, DIMANA ANGIN BERTIUP, MAKA AKAN
MENGIKUTI ARAH ANGIN TERSEBUT.
Sebagaimana manusia, hidup akan mengikuti sesuatu yang sudah di
takdirkan untuknya, bias di ubah namuntidah semuanya.

Karya : Leani