Woensdag 27 Maart 2013

cerita sedih


KISAH HARU KU

Derita dan selalu menderita mungkin ini yang selalu aku rasakan, selalu aku berusaha menghibur diri namun tak pernah berhasil justru aku semakin larut dalam kesedihanku.

10th  yang lalu.
       Aku mempunyai seorang kekasih, kita begitu dekat, kita begitu akrab, bahkan kedua orang tua kami pun menyetujui hubungan kami, mungkin karena dia anak yang baik sehingga orang tuaku menyukainya, lagipula keluarganya dan keluargaku saling kenal, mungkin itu salah satu faktor kami di restui. Namun apa daya kebahagiaan itu hilang seketika ketika mas farhan pergi untuk selamanya, iyaa, dia pergi karena kecelakaan, saat ia ingin berkunjung ke rumah, dia tertabrak oleh bus di belakangannya motornya yang sangat dia idam-idamkan pun hancur dan remuk, seperti apa yang aku rasakan, saat aku mendengar kabar itu, aku tak sadarkan diri, aku termenung di kamar, sendiri dan ingin selalu sendiri, aku menunggu akan mas Farhan datang untuk mengajakku pergi seperti janji terakhirnya. Sungguh aku tak kuasa untuk menjalani ini semua.
1bulan setelah itu aku move on, aku berusaha menjadi diriku yang baru, menjadi sosok wanita yang ceria, dan tak ingin mengingat akan mas Farhan ,,”mas Farhan mas Farhan,, terimakasih tlah mencintaiku selama ini, namun maaf mungkin karenamu juga aku lumpuh dengan cinta yang lain” itu kalimat dalam hati yang ku ucap.
Setelah 2th aku sendiri dan tak mengenal sosok cinta, tiba-tiba aku di kejutkan oleh pria yang parasnya seperti mas farhan,aku takjub akan hal itu, aku mulai menyukai pria itu, namanya Doni, aku sering memanggilnya mas Doni, setelah sempat pendekatan akhirnya aku dan dia menjalin hubungan, 5bulan bersama mas doni, aku merasa bahagia dan merasa seperti bersama mas Farhan. “Ya Allah kali ini bahagiakan aku dengan Mas Doni, jangan kau ambil kebahagiaanku dengan mas doni, aku ingin dia bersamaku” pintaku pada Tuhan.
TAPI……….
            1th bersama Mas Doni aku merasa aneh, dia tak seperti biasanya, dia sering terlambat bila ada janji denganku, aku mencoba bersikap biasa, namun hari itu aku tak dapat mengendalikan emosi, ku coba menghubunginya namun tak ada jawaban, ku kirim pesan tak di balas olehnya, aku benar-benar marah dengannya, tak ada rasa khawatir untuknya tapi aku merasa di tipu olehnya. 1jam setelah aku menunggunya di restaurant biasa kami makan, ada yang datang dan ingin menjemputku untuk bertemu Mas doni “Dimana Mas Doni?” tanyaku, namun mereka tak menjawab mereka hanya mencoba membujukku untuk bertemu Mas Doni. “Ya Tuhan jangan jadikan hari ini hari terakhir untukku dan Mas Doni” harapanku yang takut akan kehilangan mas Doni, namun apa yang terjadi ternyata mas doni memang pergi seperti mas farhan, dia tak kan kembali,, “YA TUHAN APAKAH INI KUTUKAN UNTUKKU???????????” aku selalu berteriak-teriak tanpa henti, saat itu dan setelah itu, aku seperti orang tak punya daya akal, aku menyendiri di kamar, seperti dulu, aku seperti setengah hidupku mati, “AKU GAK KUAT!!!!” rasanya aku ingin mati ingin bersama kedua orang kucintai yang telah pergi. Aku gak kuat Tuhan aku benar-benar tak sanggup. Di saat aku terpuruk untuk yang k-2 kalinya, teman dan sahabatku selalu bergantian untuk menghiburku tak luput juga Ari, dia sahabatku sejak aku masih kecil, dia selalu datang hampir setiap waktu, terkadang dia membawakan sebungkus makanan kesukaanku, 2bulan aku terpuruk, akhirnya aku memberanikan diri untuk keluar rumah di temani sahabatku Ari, dia selalu menghiburku selalu…. Dan selalu.. rasanya dia lah yang kini berharga dalam hidupku, dia memang tak memiliki kekasih sama sepertiku, namun setiap kali aku bertanya, dia tak ingin memiliki kekasih yang hanya untuk permainan, di inginkan wanita yang benar-benar mencintainya.
            Ya, begitu Ari sok Dewasa, namun walaupun begitu dia tak pernah mengeluh, aku sangat menyanyangi ari begitu juga dia, seperti apa yang ia janjikan setiap valentine dia memberiku kado, seperti yang dulu dilakukan mas Farhan dan Mas Doni, namun kali ini berbeda,  yang ini lebih besar, aku bertanya dalam hati, “apakah dia punya uang untuk kado sebesar ini?” namun entahlah, mungkin memang kado special darinya untukku. Namun apa?? Ternyata Ari inginkan aku menjadi kekasihnya, jujur sebenarnya aku juga menyukainya, namun karena masa itu, aku tak mau kembali terpuruk. Saat itu aku langsung pergi meninggalkan ari  di tempat yang tlah ia siapkan untukku.
            Aku pergi dari ari, aku pergi jauh dari keluargaku, aku pergi ke pulau lain untuk masa-masa burukku di kota asliku, aku pergi dan pergi merintis karier yang sempat hancur karena masa cinta itu.

Hingga saat ini tak kudengar kabar dari ARI, akupun sengaja tak pernah pulang ke kampung halamanku, bahkan kedua orangtuaku tinggal bersamaku disini, di tempat yang jauh dari orang-orang yang ku kenal dulu.
“ARI DIMANAPUN KAMU BERADA, AKU MUNGKIN AKAN TETAP MENCINTAIMU WALAU AKU TAK INGINKAN KITA SEPERTI SAAT INI”
Itu pesan dalam hati untuk ARI.

Sekian.


PESAN : HIDUP BAGAIKAN SELEMBAR DAUN, DIMANA ANGIN BERTIUP, MAKA AKAN MENGIKUTI ARAH ANGIN TERSEBUT.

Sebagaimana manusia, hidup akan mengikuti sesuatu yang sudah di takdirkan untuknya, bias di ubah namuntidah semuanya.
                       
                                                                                   
                                                                                    Karya : Leani